
Apa Itu Destination Marketing Organisation (DMO)? 6 Hal yang Perlu Diketahui Pelaku Bisnis Pariwisata
Di dunia perjalanan, singkatan ada di mana‑mana. Anda mungkin sering mendengar OTA, DMC, dan DMO dalam satu percakapan. Bagi bisnis pariwisata yang ingin tumbuh, semua istilah ini bisa membingungkan. Namun, memahami satu istilah penting—DMO—dapat membuka banyak peluang baru.
Jadi, apa sebenarnya DMO itu? Dan mengapa bisnis pariwisata Anda perlu peduli?
Destination Marketing Organisation (DMO) adalah tim yang mempromosikan suatu destinasi kepada dunia. Tugas mereka adalah menjadikan sebuah kota, wilayah, atau negara menarik di mata wisatawan. Mereka adalah “pencerita” bagi sebuah destinasi.
Bagi perusahaan B2B (business‑to‑business) di sektor pariwisata, DMO bukan sekadar pihak promosi. Mereka adalah mitra strategis. DMO membantu hotel, pusat konvensi, dan operator tur untuk dikenal dan dipilih wisatawan.
Berikut panduan singkat tentang DMO dan enam hal penting yang perlu dipahami setiap pelaku bisnis pariwisata.
Apa Itu Destination Marketing Organisation (DMO)?
A Destination Marketing Organisation is usually a non-profit entity or a Destination Marketing Organisation biasanya berupa entitas nirlaba atau bagian dari lembaga pemerintah. Tujuan utama mereka adalah mendorong “kunjungan wisata”. Artinya, mereka ingin wisatawan datang, menghabiskan waktu, berbelanja, dan mendukung lapangan kerja lokal.
Bayangkan DMO sebagai “brand manager” untuk sebuah tempat. Jika Nike mengelola merek untuk sepatu, DMO mengelola brand sebuah kota (seperti “Visit London”) atau negara (seperti “Tourism Australia”) kepada wisatawan dunia.
Mereka biasanya tidak menjual tiket atau memesan kamar hotel secara langsung. Sebagai gantinya, mereka membangun kesadaran dan minat. Mereka membuat kampanye yang membuat orang tertarik berkunjung. Saat minat itu berubah menjadi kunjungan nyata, pelaku bisnis lokal—seperti Anda—yang akan menerima manfaatnya.
6 Hal yang Perlu Diketahui Bisnis Pariwisata tentang DMO
Jika Anda mengelola agen perjalanan, hotel, atau perusahaan tur, Anda mungkin merasa bisa berjalan sendiri tanpa dukungan DMO. Namun, bekerja sama dengan DMO dapat memberi keunggulan yang signifikan. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu Anda pahami.
1. DMO vs. DMC: Keduanya Tidak Sama
Banyak orang mencampuradukkan DMO (Destination Marketing Organisation) dengan DMC (Destination Management Company). Penting untuk memahami perbedaannya agar Anda tahu dengan siapa sebaiknya bekerja.
- DMO (Marketing): Berfokus pada sisi permintaan. Mereka membangun minat terhadap suatu destinasi sebelum wisatawan memesan apa pun. Mereka bekerja di tingkat makro, mempromosikan keseluruhan wilayah.
- DMC (Management): Berfokus pada aspek logistik. Mereka mengurus detail operasional setelah tamu tiba di destinasi, seperti pemesanan bus, pengaturan pemandu wisata, hingga gala dinner.
Inti pentingnya: Jika Anda perlu bantuan mempromosikan layanan ke audiens global, hubungilah DMO. Jika Anda membutuhkan pihak yang mengelola operasional di lapangan untuk grup VIP, Anda memerlukan DMC.
2. Bergerak dari “Marketing” ke “Management”
Dalam waktu lama, DMO identik dengan Destination Marketing Organisation. Tugas utama mereka adalah menarik sebanyak mungkin wisatawan.
Kini peran tersebut mulai bergeser. Banyak yang menyebut diri sebagai Destination Management Organisation.
Mengapa berubah? Karena “semakin banyak” tidak selalu berarti lebih baik. Terlalu banyak wisatawan justru bisa merugikan sebuah kota (sering disebut “overtourism”). DMO modern kini berupaya mengelola, bukan hanya mempromosikan, pariwisata. Mereka ingin memastikan wisatawan datang pada waktu yang tepat dan tetap menghormati budaya lokal. Fokusnya bergeser pada kualitas, bukan hanya kuantitas.
3. Perpanjangan Tangan Pemasaran yang Gratis bagi Anda
Ini adalah manfaat terbesar bagi perusahaan B2B. Sebagian besar DMO didanai melalui pajak hotel atau anggaran pemerintah. Karena itu, layanan mereka sering kali gratis atau berbiaya sangat rendah bagi pelaku usaha lokal.
DMO ingin menonjolkan yang terbaik dari destinasi mereka. Jika Anda memiliki produk yang kuat, mereka ingin mengetahuinya. Nama bisnis Anda bisa saja muncul di:
- Panduan perjalanan resmi.
- Booth pameran dagang internasional.
- Perjalanan liputan bagi jurnalis.
- Kampanye media sosial.
Inti pentingnya: Jangan melihat DMO sebagai regulator. Anggap mereka sebagai mitra pemasaran gratis yang dapat membawa brand Anda ke panggung global.
4. Mereka Menguasai Pasar MICE
Sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) merupakan sumber pendapatan B2B yang sangat besar. Pelancong bisnis mengeluarkan lebih banyak uang daripada wisatawan biasa dan datang sepanjang tahun.
DMO adalah “penjaga gerbang” di segmen ini. Ketika sebuah asosiasi internasional ingin menyelenggarakan konferensi untuk 5.000 peserta, mereka biasanya menghubungi DMO setempat terlebih dahulu. DMO kemudian membantu mencari venue dan hotel yang tepat.
Jika Anda pengelola hotel atau perusahaan transportasi, Anda perlu masuk ke dalam daftar “pemasok pilihan” DMO. Jika tidak, Anda berisiko melewatkan kontrak bernilai besar ini.
5. Mereka adalah Tambang Data
Di era digital, data adalah kekuatan utama. DMO menginvestasikan banyak dana untuk memahami perilaku wisatawan. Mereka tahu dengan cukup rinci:
- Dari mana wisatawan datang.
- Berapa lama mereka tinggal.
- Berapa banyak yang mereka belanjakan.
- Hal apa saja yang paling sering mereka keluhkan.
Usaha kecil biasanya tidak mampu membeli jenis data seperti ini. Namun DMO sering kali membagikannya secara gratis. Anda dapat menggunakan laporan mereka untuk melihat tren dan melakukan gap analysis terhadap kinerja bisnis Anda. Misalnya, jika data DMO menunjukkan lonjakan kunjungan wisatawan dari Tiongkok, Anda bisa memutuskan untuk menerjemahkan menu atau situs web ke dalam bahasa Mandarin.
6. Mereka Adalah Komunikator Krisis Anda
Apa yang terjadi jika suatu bencana alam melanda wilayah Anda? Atau saat pandemi? Atau ketika muncul skandal PR?
Dalam situasi seperti itu, banyak pelaku usaha panik. Mereka tidak tahu harus mengatakan apa kepada pelanggan.
DMO akan mengambil alih komunikasi saat krisis. Mereka menyampaikan suara resmi yang seragam. Mereka memberitahu dunia kapan destinasi sudah aman untuk dikunjungi kembali. Mereka juga menjawab pertanyaan sulit dari media, sehingga Anda dapat fokus pada operasional. Dengan mengikuti pembaruan resmi dari DMO, Anda dapat memberikan informasi yang akurat kepada mitra B2B dan tamu Anda.
Mengapa Jangkauan Global Membutuhkan Bahasa Lokal
DMO memiliki misi global: menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Hal ini menciptakan satu tantangan unik, yaitu bahasa.
Sebuah DMO bisa saja menjalankan kampanye bersamaan di Jerman, Jepang, dan Brasil. Untuk benar‑benar efektif, mereka tidak bisa hanya mengandalkan bahasa Inggris. Mereka harus berbicara dalam bahasa yang digunakan oleh wisatawan di masing‑masing negara.
Di sinilah bisnis pariwisata B2B perlu sejalan dengan DMO. Jika DMO berhasil mendatangkan wisatawan yang tidak berbahasa Inggris, bisnis Anda juga harus siap menyambut mereka. Hal ini mencakup:
- Pemasaran multibahasa: menerjemahkan brosur dan melakukan lokalisasi situs web agar selaras dengan preferensi audiens yang beragam.
- Komunikasi di lokasi: memastikan pemandu wisata atau staf garis depan dapat berbicara dalam bahasa pengunjung.
- Konten yang dilokalkan: menyusun pesan merek yang mudah dipahami secara budaya oleh pasar yang Anda tuju.
Jika DMO sudah bekerja keras menarik perhatian wisatawan internasional, maka bisnis lokal bertugas mempertahankan minat mereka. Memahami langkah‑langkah yang tepat untuk proses penerjemahan dan lokalisasi yang baik akan membantu Anda menghindari kesalahan mahal saat menyesuaikan konten untuk pasar baru.
Masa Depan DMO
Peran DMO berkembang dengan sangat cepat. Dalam beberapa tahun ke depan, Anda akan melihat mereka semakin menitikberatkan pada keberlanjutan dan integrasi digital. Sama seperti industri lain yang tengah mengejar sustainability maturity, pelaku bisnis pariwisata juga perlu mengadopsi praktik yang lebih hijau agar selaras dengan standar DMO modern.
Mereka tidak lagi sekadar mengukur kesuksesan dari “jumlah kepala di ranjang” (tingkat keterisian hotel). Sebagai gantinya, mereka akan menilai “kepuasan pengunjung” dan “kebahagiaan warga lokal”, sejalan dengan tren kawasan yang menyoroti praktik ESG dan dampak sosial jangka panjang ketimbang keuntungan jangka pendek.
Bagi pelaku bisnis pariwisata, pesannya jelas: tetaplah dekat dengan DMO Anda. Mereka adalah mata dan telinga industri. Mereka dapat memberi peringatan tentang perubahan yang akan datang dan membantu Anda beradaptasi. Dengan memahami apa yang dilakukan DMO—dan memanfaatkan sumber daya mereka—Anda dapat membangun bisnis pariwisata yang lebih tangguh dan menguntungkan.
Membutuhkan bantuan untuk menjembatani kesenjangan bahasa dengan wisatawan internasional? Jelajahi solusi Pariwisata Multibahasa dari Elite Asia untuk mendukung strategi komunikasi Anda.










